Label

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juni 2012

Bersedekah di Waktu Lapang Maupun Sempit

sedekah.jpg
Islam mengajarkan kita untuk tetap bersedekah di waktu lapang maupun di waktu sempit, seperti firman Allah SWT dalam Surat Ali- Imran: 133-136.
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik... Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai- sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal."
Anjuran dari Allah swt ini bermakna, bahwa dalam kondisi sesulit apapun, manusia masih bisa memberikan sesuatu di jalan Allah. Meski cuma sedikit, yang terpenting adalah pemberian itu diberikan dengan keikhlasan dan hanya mengharap ridho ilahi. Namun terkadang, kita sangat sulit memberikan sedikit apa yang kita punya dalam kondisi lapang, apalagi dalam kondisi sempit dengan berbagai pertimbangan.
Rasulullah saw pun mengingatkan kita untuk jangan segan bersedekah, meski hanya dengan sebutir kurma. "Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma." (HR Muttafaq alaih).
Semoga kita menjadi umat yang senantiasa selalu ingat bersedekah baik dalam kondisi lapang maupun sulit. Jikapun kita sudah tidak memiliki apapun untuk diberikan, bersedekahlah dengan doa. Sesungguhnya Allah swt senantiasa memberi kemudahan bagi kita untuk beramal shalih dengan keikhalasan dan hanya berharap ridho dari-Nya.

Rabu, 21 Maret 2012

Jin

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.: Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda, "Tadi malam jin'Ifrit datang padaku dan berusaha mengganggu shalatku tetapi Allah memberiku kemampuan untuk menguasainya. Aku ingin mengikatnya di salah satu pilar masjid sehingga kalian dapat melihatnya keesokan paginya tetapi aku teringat kata-kata saudaraku, Sulaiman, (seperti dinyatakan dalam Al- Quran): Ya Tuhanku! Ampunilah aku danberilah aku kerajaan yang tiadaseorang pun sesudahku patut memilikinya. Sungguh Kau adalah Maha Pemberi (rahmat berlimpahan). (QS. Shad [38]: 35)

Abu Thalib

Diriwayatkan dari Al- Musayyab bin Hazn r.a.: Pada saat-saat terakhir kematian Abu Thalib, Rasulullah Saw. pergi mengunjunginya dan menemukan Abu Jahl bin Hisyam dan 'Abdullah bin Abi Umayyah bin Al- Mughirah, di sampingnya. Rasulullah Saw. bersabda, " WahaiPaman! Katakanlah: La ilaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah), kalimat yang akan membuatku bersaksi untuk Anda di hadapan Allah." Abu Jahl dan 'Abdullah bin Abi Umayyah berkata, "Wahai Abu Thalib! Apakah engkau akan mencela agama 'Abdul Muththalib?" Rasulullah Saw. berulang kali meminta Abu Thalib mengucapkannya sementara mereka (Abu Jahl bin Hisyam dan 'Abdullah bin Abi Umayyah) terus-menerus mengulang pernyataan mereka hingga Abu Thalib mengucapkan pernyataan terakhirnya bahwa ia masih memegang agama 'Abdul Muththalib dan menolak mengucapkan: La ilaha illallah. Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, "Aku akan memohonkan ampunan Allah untuk Anda selama aku tidak dilarang melakukannya." Maka Allah menurunkan ayat yang berkaitan dengannya. Ayat yang dimaksud: Tiadalah pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman bahwa mereka memintakan ampunan bagi orang yang musyrik sekalipun mereka kaum kerabat, setelah nyata kepadanya bahwa mereka adalah penghuni neraka (QS. At-Taubah [9]:113) (HR. Bukhari)