Label

Selasa, 15 Mei 2012

Makam Syekh Maulana Maghribi

Makam Syekh Maulana Maghribi adalah seorang saudagar Arab yang giat menyebarkan agama Islam di tempat-tempat yang disinggahi, menetap di daerah ini hingga wafatnya. Makamnya terletak di atas bukit. Untuk sampai ke atas harus melalui tangga bata selebar 1,90 m.
Dari tempat ini bila memandang ke arah selatan akan terlihat pemandangan indah kawasan Pantai Parangtritis . Selain makamjuga terdapat tempat sesaji, tempat istirahat dan tempat penjaga. Disini juga ditemukan batu-batu candi, Sendang Beji, sumur tua, dan serumpun bambu yang disebut Pring Sentono. Acara vang biasa dilakukan di tempat ini adalah bersih makam, Ziarah, dan tirakatan malam Satu Suro. Pengelolaanya ditangani pihak Kraton Yogyakarta.

Jumat, 11 Mei 2012

Makam Sunan Gunung Jati


Makam Sunan Gunung Jati Dihiasi dengan keramik buatan Cina dari jaman Dinasti Ming. Di komplek makam ini di samping tempat dimakamkannya Sunan Gunung Jati juga tempat dimakamkannya Fatahilah panglima perang pembebasan Batavia. Lokasi ini merupakan komplek pemakaman bagi keluarga Keraton Cirebon, terletak + 6 Km ke arah Utara dari Kota Cirebon Jawa Barat. Dan makam ini selalu ramai di kunjungi orang untuk berziarah, apalagi waktu malam jum'at
Makam Sunan Gunung Jati yang berada di bukit Gunung Sembung hanya boleh dimasuki oleh keluarga Kraton sebagai keturunannya selain petugas harian yang merawat sebagai Juru Kunci-nya.

Keramik-keramik yang menempel ditembok bangunan makam konon dibawa oleh istri Sunan Gunung Jati yang berasal dari Cina, yaitu Putri Ong Tien. Banyak keramik yang masih sangat baik kondisinya, warna dan design nya sangat menarik. Sehingga dikhawatirkan apabila pengunjung bebas keluar-masukseperti pada makam-makam walilainnya maka barang-barang itu ada kemungkinan hilang atau rusak.
Selain dari orang-orang yang disebutkan itu tidak ada yang diperkenankan untuk memasuki makam Sunan Gunung Jati. Alasannya antara lain adalah begitu banyaknya benda-benda berharga yang perlu dijaga seperti keramik-keramik atau benda-benda porselen lainnya yang menempel ditembok-tembok dan guci-guci yang dipajang sepanjang jalan makam.

Makam Sunan Kalijaga Demak


Makam Sunan Kalijaga terletak di Kadilangu, Demak, Jawa Tengah, sekitar 1,5Km dari Masjid Agung Demak menuju arah tenggara. Makam Sunan Kalijaga banyak dikunjungi peziarah khususnya pada malam Jum'at kliwon. Ditempat ini pula pada tanggal 10 Zulhijah dilaksanakan penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga.
Sunan Kalijaga adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur atau Sayyid Ahmad bin Mansur (Syekh Subakir). Ia adalah murid Sunan Bonang. Sunan Kalijaga menggunakan kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah, antara lain kesenian wayang kulit dan tembang suluk. Tembang suluk Ilir-Ilir dan Gundul-Gundul Pacul umumnya dianggap sebagai hasil karyanya. Dalam satu riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishaq, menikahi juga Syarifah Zainab binti Syekh Siti Jenar dan Ratu Kano Kediri binti Raja Kediri.